Berdasarkan kandungan yang berada dalam bawang putih, baik sebagai anti bakteri, antiseptik terhadap luka khususnya peradangan pada usus sangat cocok diberikan pada ayam yang mengalami diare sebagai antibiotik alami.
Dengan pemberian bawang putih, populasi bakteri ataupun cacing dapat berkurang. Hal ini terbukti pada penelitian Damayanti (1994) yang menggunakan simplicia (jus bawang putih) bawang putih sebagai obat cacing, yaitu dengan melakukan pengujian in vitro pada cacing Asacaridia galli dengan dosis 64 % yang dapat membunuh cacing Ascaridia galli dengan kondisi tubuh cacing menjadi transparan. Kandungan saponin dalam bubuk bawang putih diduga dapat menyebabkan sel-sel cacing menjadi terhidrolisis sehingga cacing mati dan tubuh cacing terlihat transparan.
Mekanisme antiparasit bawang putih pada ayam yang diare karena cacing diawali oleh allicin yang dapat menembus dinding sel cacing yang tersusun dari fosfolipid. Setelah menembus dinding sel, gugus thiol, dalam hal ini diallyl sulfida, bereaksi dengan enzim-enzim yang mengandung sulfuhydril yang menyusun membran sel yang menyebabkan struktur dinding sel cacing akan rusak dan lisis.
Sama halnya pada ayam yang diare karena bakteri, allicin pada bawang putih bekerja dengan cara menghancurkan kelompok Sulfhidril dan disulfida yang terikat pada protein dan merupakan enzim penting untuk metabolisme sel bakteri serta merupakan gugus yang penting untuk proliferasi bakteri atau sebagai stimulator spesifik untuk multiplikasi sel bakteri. Dengan adanya allicin inilah maka pertumbuhan bakteri dapat dihambat dan proses selanjutnya mengakibatkan terjadinya kematian bakteri Salmonella pullorum atau sejenisnya. Saponin yang terkandung pada bawang putih juga bersifat antibakteri dengan meningkatkan permeabilitas membran sel bakteri sehingga dapat mengubah struktur dan fungsi membran, menyebabkan denaturasi protein membran sehingga membran sel bakteri akan rusak dan lisis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar